Juni 15, 2026
Ketua BP2KP Ridho Sinto (kiri) menyerahkan batik garapan pengrajin lokal Kulon Progo, Batik Rina, kepada Bupati Lampung Selatan, Egi Prasetyo. (Foto: Dok BP2KP).

Ketua BP2KP Ridho Sinto (kiri) menyerahkan batik garapan pengrajin lokal Kulon Progo, Batik Rina, kepada Bupati Lampung Selatan, Egi Prasetyo. (Foto: Dok BP2KP).

Kulonprogonews.com – Badan Promosi Pariwisata Kulon Progo (BP2KP) Kulon Progo menjajaki kolaborasi pariwisata dengan Kabupaten Lampung Selatan sebagai langkah memperkuat pengembangan destinasi wisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua BP2KP, Ridho Sinto Mardaris dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Prasetyo pada Rabu, 10 Juni 2026.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum penting bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pariwisata.

Kedua pihak menilai bahwa kerja sama antardaerah dapat menjadi strategi efektif dalam mempercepat pertumbuhan sektor wisata yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan sektor pariwisata.

Egi mengatakan, daerahnya memiliki berbagai destinasi unggulan yang menawarkan keindahan alam, budaya, hingga wisata bahari yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Namun potensi yang besar itu belum bisa dimaksimalkan karena masih ada banyak tantangan untuk pengembangannya. Salah satu aspek yang menjadi perhatian yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

Menurut Egi, kemampuan pelaku wisata dalam memberikan layanan yang profesional menjadi faktor penting untuk menciptakan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

Menanggapi hal tersebut, Ridho Sinto Mardaris membagikan pengalaman Kabupaten Kulon Progo dalam membangun dan mengembangkan desa wisata. Ia menjelaskan bahwa berbagai program pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan destinasi berbasis komunitas telah membawa hasil yang membanggakan.

Kulon Progo berhasil mencatatkan prestasi nasional melalui ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. Dalam kurun waktu empat tahun berturut-turut, mulai 2021 hingga 2024, desa-desa wisata di Kulon Progo mampu meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan desa wisata yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat maupun daerah.Berdasarkan pengalaman tersebut, BP2KP membuka peluang kerja sama dengan Lampung Selatan.

“Sinergi antara kedua kabupaten dapat memberikan manfaat bagi masing-masing daerah, baik dalam hal promosi destinasi, peningkatan kompetensi pelaku wisata, maupun pengembangan produk wisata yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Ia meyakini bahwa kolaborasi tidak hanya akan memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

“Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antarwilayah dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan inovasi dalam pengelolaan destinasi wisata,” imbuh Ridho.

Selain membahas peluang kerja sama di bidang pariwisata, pertemuan tersebut juga menjadi ajang memperkenalkan produk kerajinan unggulan dari Kulon Progo. Ridho yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dekranasda Kulon Progo menyerahkan cenderamata berupa karya batik hasil produksi perajin lokal Batik Rina kepada Bupati Egi.

Penyerahan cenderamata tersebut menjadi simbol eratnya hubungan dan semangat kolaborasi yang ingin dibangun kedua daerah. Di sisi lain, langkah itu juga menjadi bentuk promosi terhadap produk ekonomi kreatif yang berkembang di Kulon Progo.

Ridho menilai bahwa promosi sektor pariwisata dan pengembangan industri kerajinan dapat berjalan beriringan. Wisatawan yang datang ke suatu daerah tidak hanya mencari pengalaman berwisata, tetapi juga tertarik mengenal produk budaya dan kerajinan khas yang menjadi identitas daerah tersebut.

Dengan adanya penjajakan kerja sama ini, diharapkan hubungan antara Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Lampung Selatan dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih luas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan destinasi wisata, memperkuat daya saing daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah.

Liputan: Bagus Aryo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *